3 cara bantu tingkatkan EQ / kecerdasaan emosional

3 cara bantu tingkatkan EQ / kecerdasaan emosional

Banyak orang yang berpikir tentang kecerdasan emosional merupakan sebuah kemampuan, sesuatu yang dapat dibangun dengan latihan dan latihan
Indikasi bahwa seseorang tidak cukup baik pada kecerdasan emosional adalah
Mereka menyalahkan orang lain pada masalah mereka
Mereka menjebak diri mereka dalam sirkulasi stres dan kegelisahan
Mereka menghentikan diri sendiri segera setelah mereka telah membuat sebuah kemajuan
jika anda ingin meningkatkan kecerdasan emosional Anda, pelajarai mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan ini dalam kehidupan anda sehari-hari dan berusahalah untuk menghilangkannya.

    1. Mengkritik orang lain

Salah satu alasan mengapa begitu mudah untuk mengkritik orang lain adalah karena hal itu membuat kita merasa baik. Terkadang kita semua kritis dan itu bukan merupakan hal yang buruk, untuk berpikir dengan hati-hati dan kritis tentang lingkungan sekitar adalah keterampilan yang bagus. Hal tersebut membantu anda untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Tetapi jika terlalu banyak kritik khususnya kebiasaan bersikap kritis terhadap orang lain dapat mengarah pada pandangan kurang objektif. Hal itu dapat membuat kita berpikiran sempit, terutama bagi diri kita sendiri.
Saat Anda mengkritik orang lain karena dia naif, yang sebenarnya anda lakukan adalah makanan pada diri sendiri bahwa anda canggih. Dan itu terasa enak.
Ketika anda diam-diam tertawa pada diri sendiri tentang betapa mengerikannya selera fashion seseorang, Anda mengatakan pada diri sendiri betapa halus nya selera anda. Dan itu terasa enak.
Kritik yang bermanfaat adalah membuat keadaan lebih baik. Kritik yang kurang membantu adalah ketika anda merasa lebih baik dengan garis besar anda memuji diri Anda sendiri.
Tanpa menyadari, orang-orang yang terus mengkritik orang lain cenderung lebih berusaha meringankan perasaan tidak aman mereka.
Pahami bahwa kritik terhadap orang lain iyalah ah buang-buang waktu dan energi.

    2. Khawatir tentang masa depan
semangat perindu
Khawatir tentang masa depan bukan berarti tak ada tujuan atau cita-cita. Karena pada dasarnya kehidupan yang akan berjalan tidak ada ada yang tahu kepastiannya kecuali Tuhan yang maha esa.
Sebagai manusia, kita pasti mendambakan- kepastian.dan secara alami kita termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian.
Namun ada perbedaan besar antara mengambil langkah untuk mengurangi kepastian atau mengambil langkah dalam ketidakpastian, dan menjadi sangat ketakutan karenanya.
Itulah yang sangat dikhawatirkan oleh orang yang pesimis, mereka betul-betul takut terhadap ketidakpastian.
Hanya karena Anda memikirkan masalah bukan berarti anda ada memikirkannya secara tepat serta menemukan solusi,dan juga karena anda berencana menjalankan sesuatu sesuai skenario masa depan anda yang tak terhitung jumlahnya tidak berarti anda lebih siap menangani masalah di kemudian hari seringkali rencana tersebut hanya ilusi yang membuat anda tenang di waktu itu.
Orang yang cerdas secara emosi memahami bahwa kehidupan pada dasarnya tidak pasti. Dan mereka memahami bahwa lebih baik menghadapi kenyataan ini dengan mata jernih daripada hidup berandai-andai menyangkal hal itu
Dan akan jauh lebih mudah untuk mengarungi kehidupan yang anda miliki hari ini dengan menghadapi kenyataan yang ada.

    3.    Merenungkan masa lalu


Tentu saja, kebanyakan orang yang terjebak merenung tanpa henti tentang kesalahan dan kegagalan di masa lalu, mereka cenderung tidak percaya mereka dapat mengubah masa lalu yang berarti mengubah masa depan lebih baik dari yang mereka renungkan.
Anda harus melepaskan kenangan-kenangan masa lalu yang pahit , tidak peduli seberapa besar itu dan upaya Anda untuk menghapusnya dari memori.
Jangan menyerah, anda harus optimis dan Anda bisa melakukan semua itu dengan lebih baik.
Ada banyak pekerjaan yang apabila terlalu banyak berpikir akan menghambat laju anda.